#AntarkanKebaikan untuk Selamatkan Bumi dengan Prinsip 3R

#AntarkanKebaikan untuk Selamatkan Bumi dengan Prinsip 3R

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk #antarkankebaikan untuk selamatkan bumi. Salah satu contohnya adalah dengan menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle) untuk menghindari budaya nyampah.

Budaya nyampah menjadi salah satu permasalahan paling krusial yang bisa mencemari lingkungan. Hal ini mengingat, bahwa Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk mencapai 225 juta menghasilkan sampah 11.330 ton per harinya. Jika kita hitung dalam setahun, maka akan ada 4.078.800 ton sampah yang dihasilkan.

Belum lagi proses penguraiannya memerlukan waktu hingga ratusan tahun. Bahkan ada jenis sampah yang tidak bisa terurai seperti styrofoam. Dari permasalahan tersebut, apa jadinya jika orang-orang membuang sampah sembarangan? Mungkin bumi akan menjadi planet sampai.

Baca Juga: Dampak Sampah yang tidak Dikelola dengan Baik

Oleh karenanya, sebagai langkah strategis #antarkankebaikan untuk selamatkan bumi dari budaya nyampah, kamu perlu menerapkan prinsip 3R seperti yang dijelaskan pada ulasan berikut ini.

1. Reduce (Kurangi)

Langkah awal untuk selamatkan bumi adalah dengan reduce. Reduce merupakan gerakan untuk mengurangi produksi hingga pemakaian produk-produk yang bersifat sekali pakai dan berpotensi menjadi sampah sedari awal. Reduce dapat dimulai dari diri sendiri.

Tahap ini menjadi yang pertama dan prioritas, sebab apabila kita sudah mengurangi pemakaian produk sekali pakai, maka tidak perlu ke tahapan berikutnya, yakni reuse dan recycle. Apabila untuk produk yang sulit didaur ulang, akan menjadi masalah baru. Jadi tak heran jika reduce sangat digadang-gadang sebagai langkah awal yang tepat untuk menghindari budaya nyampah.

Contoh dari reduce ini di antaranya:

  • Membawa kantong belanja (eco bag) saat berbelanja ke toko, supermarket, mall, pasar, dan tempat belanja lainnya.
  • Melakukan pembelian produk dengan bungkus yang minim (tidak berlebihan), karena dapat memicu banyaknya sampah yang dihasilkan.
  • Hindari membeli air kemasan di botol saat bepergian, dan menggantinya dengan botol permanen (tumblr) yang dapat dipakai berulang-ulang dengan mengisi air, tanpa perlu membeli botol lagi.
  • Membawa alat makan sendiri sehingga tidak perlu menggunakan berbagai alat makan sekali pakai.
  • Menggunakan alat tulis yang dapat diisi ulang kembali.
  • Memaksimalkan penggunaan alat penyimpanan elektronik yang bisa dihapus dan ditulis kembali.
  • Mengurangi penggunaan bahan / material / wadah / kemasan sekali pakai, seperti menggunakan masker dari kain yang bisa cuci pakai.
  • Menggunakan kedua sisi kertas untuk fotocopy maupun penulisan.
  • Menghindari pembelian atau pemakaian barang-barang yang kurang diperlukan.
  • Menggunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.

2. Reuse (Gunakan Kembali)

Reuse merupakan suatu langkah untuk menggunakan kembali material yang masih bisa dan aman digunakan dengan fungsi yang sama maupun fungsi lainnya. Dengan prinsip #antarkankebaikan untuk selamatkan bumi ini, tentu penyebaran sampah bisa dikurangi dan dimanfaatkan kembali seperti sedia kala.

Contoh dari reuse ini di antaranya:

  • Memilih wadah, kantong, maupun benda lain yang bisa digunakan berulang-ulang. Seperti penggunaan serbet dari kain dibanding menggunakan tisu, menggunakan baterai yang dapat di-charge kembali, menggunakan sedotan dari stainless steel yang dapat dicuci dan dipakai kembali, dan lain-lain.
  • Menggunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosongan dengan fungsi sama atau berbeda. Misalnya botol bekas digunakan untuk tempat minyak goreng, sabun cuci tangan, dan lainnya.
  • Menjual atau memberikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan, sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh orang lain.

3. Recycle (Olah Kembali)

Recycle merupakan prinsip yang terakhir dalam #antarkankebaikan untuk selamatkan bumi dengan mendaur ulang atau mengolah kembali sampah. Baik dengan cara mencacah, meleburkan, melelehkan, untuk kemudian dibentuk kembali menjadi produk baru yang umumnya mengalami penurunan kualitas.

Hal ini tentu akan mengurangi pencemaran lingkungan dan mampu mengurangi penyebaran sampah plastik secara drastis. Produk bekas yang didaur ulang juga dinilai lebih fleksibel bahkan memiliki nilai ekonomis.

Contoh dari recycle ini di antaranya:

  • Memilih produk atau kemasan yang bisa didaur ulang dan mudah terurai, dan mengubahnya ke produk baru yang memiliki desain yang unik dan sangat berbeda dari sebelumnya.
  • Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
  • Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos.
  • Melakukan pengolahan sampah non organik menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah.
  • Mengirim barang dengan packagin­g yang aman dan mudah didaur ulang.

Mengirim barang dengan packaging tidak hanya aman untuk paket yang dikirim, tapi juga aman untuk lingkungan sekitar. Pasalnya, kebiasaan belanja online telah memberikan dampak negatif terhadap lingkungan yang berasal dari sampah packaging dari e-commerce, yang mana kebanyakan plastik dan kardus. Sampah plastik memerlukan waktu 50 – 100 tahun untuk terurai. Sedangkan sampah kardus memerlukan waktu penguraian 5 bulan.

Baca Juga: 5 Cara Menerapkan Gaya Hidup Go Green dalam Aktivitas Bisnis

Jika masalah ini tidak segera ditangani dengan serius, maka sampah plastik dan kardus akan menggunung dan berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh karena itu, untuk meminimalisir jumlah sampah perlu dilakukan pengolahan sampah dengan daur ulang.

PaxelRecycle Hadir sebagai Solusi Penjemputan dan Pengolahan Sampah

Kita bisa mengambil peran langsung dalam mengurangi budaya nyampah melalui gerakan recycle. Salah satunya dengan PaxelRecycle yang menyediakan jasa penjemputan hingga pengolahan sampah yang mempercayakan Waste4Change sebagai solusi bagi masalah persampahan yang ada dengan mempertimbangkan penerapan yang baik dan benar dari konsep pengelolaan sampah 3R. PaxelRecycle bisa kamu order dengan mudah via aplikasi Paxel. Dengan ikut serta dalam program ini maka dapat mengurangi penumpukan sampah di TPA sekaligus mengurangi polusi lingkungan.

Baca Juga: Bijak Kelola Sampah dengan PaxelRecycle bersama Waste4Change

Demikian 3 prinsip yang perlu kamu terapkan untuk #antarkankebaikan untuk selamatkan bumi. Mulai dari lingkungan yang ada di sekitar diri kita sendiri, keluarga, kantor, hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas. Dengan memanfaatkan sampah lebih optimal dan efisien, tidak hanya mendukung keberlanjutan program pelestarian lingkungan secara global, namun juga memberikan dampak positif bagi perekonomian.

Leave a Reply